Kamis, 14 Februari 2019

Lokasi kawasan Espedisi pergudangan di Makassar menjadi masalah yang tidak ada ujungnya ini disebabkan para pelaku usaha Espedisi di Makassar belum menemukan titik permasalahan dan solusi yang saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan oleh pihak pelaku usaha Espedisi di Makassar, warga Makassar yang selalu mengalami kemacetan dan kesemrawutan dilokasi espedisi yang masih beroperasi didalam kota.

Penertiban Gudang dalam kota termasuk keberadaan Mobil Espedisi yang parkir di bahu jalan , masih menjadi persoalan yang belum mampu dituntaskan Pemerintah Kota Makassar.
Dewan bahkan menyayangkan persoalan gudang dalam kota tersebut.

Adanya aktifitas mobil Truck Espedisi masuk dalam kota pada jam sibuk, tidak lepas dari keberadaan Gudang dalam kota yang beroperasi, jadi harus dilakukan penindakan agar mobil tidak ada lagi masuk dalam kota, Pemerintah juga harus memikirkan terminal khusus gudang agar tidak macet.


Meski Perwali 93/2005 tetang Peraturan kegiatan Gudang dalam kota sudah ditetapkan sejak 8 tahun yang lalu, penanganan Gudang dalam kota sampai saat ini tak kunjung tuntas, aktifitas pergudangan masih kerap ditemukan disejumlah jalan di kota Makassar.

Wakil Ketua Komisi C yang memimpin RDP tersebut, Sangkala Saddiko mengatakan, bahwa adanya wacana pembentukan satgas baru karena pengawasan pergudangan dalam kota selama ini tidak efektif berjalan.

Pembentukan Satgas tersebut, kata Dia karena banyaknya pergudangan dalan kota, khususnya di utara Kota Makassar menjadi prihatin Publik. Masyarakat banyak mengeluh karena akifitas lalu lintas merasa terganggu.

Sehingga, lanjut lagi, perlu ada perhatian pemerintah Kota dalam hal ini Satgas untuk penertiban Gudang dalam kota, karena ada acuan yang tertuang dalam peraturan daerah. Sehingga,  tidak ada lagi alasan untuk tidak dilaksanakan.


Menanggapi hal tersebut, Kepala bidang Penindakan dan Pengawas Dinas Perdagangan Makassar, Syafruddin mengatakan penertiban Gudang dalam kota sudah massif dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar hingga saat ini. Buktinya perpanjangan izin operasi operasi gudang dalam Kota disemua kecamatan diberhentikan. Namaun ia mengakui peneindakan ini menbutuhkan keterlibatan oleh semua pihak.

"Kalau mau bertindak untuk penutupan Gudang dala kota harus bersama sama. Perizinan, Disdag, Satpol PP bahkan kalau perlu DPRD juga turun menindaki, "ujarnya

Sumber : 




Masalah Pergudangan di Kota dalam sudut Pandang Properti dan Pergudangan 

Masalah pergudangan yang tidak ada ujungnya dalam kota sebenarnya kurangnya pemahaman dalam peluang usaha dan Property dengan pengusaha yang berkaitan dengan pergudangan yang mana saling berkaitan dan menopang bisnis dari segi Aset usaha. 

Pelaku usaha yang mengerti peluang dan besar investasi properti di bidang pergudangan memiliki pandangan bahwa tidak punya usaha beli gudang bisa untung besar apalagi sudah punya usaha untuk dijadikan operasional karena investasi dibidang properti industri pergudangan merupakan investasi yang paling menguntungkan dari semua investasi Properti.

Pergudangan 88 Pattene di Makassar dan Maros adalah kawasan pergudangan yang sangat potensial dalam memulai atau mengembangkan usaha yang berhubungan dengan Industri pergudangan maupun Espedisi dengan luas lahan dan lokasi yang strategis terletak di kawasan pengembangan Summarecon Mutiara Makassar yang dijadikan kota Mandiri Aeroport dan Gerbang Pelabuhan baru di kawasan Industri Indonesia Timur New Port Makassar. 















0 komentar:

Posting Komentar

Pergudangan Parangloe Natura by FKS

Pergudangan Parangloe Natura by FKS
Pergudangan Parangloe

Pergudangan Titanium Warehouse By Summarecon

Pergudangan Titanium Warehouse By Summarecon
Pergudangan Summarecon Makassar

Iklankan Gudang Anda disini sampai Sold.. klik!!


Gudang Espedisi di Makassar Harga Mulai 700 jutaan
Diberdayakan oleh Blogger.

Hitung KPR


Popular Posts

Pasang Iklan anda di Sini Klik..